Martabak Khas Nusantara memang tidak pernah kehilangan pesonanya. Siapa yang bisa menolak kelezatan martabak yang satu ini? Dari Sabang hingga Merauke, ragam varian martabak yang ditawarkan sungguh beragam dan menggugah selera.
Menurut Chef Aiko, seorang ahli kuliner yang terkenal dengan kreasi-kreasi martabaknya, “Martabak Khas Nusantara memang memiliki keunikan tersendiri. Kombinasi antara adonan yang fluffy dan topping yang variatif membuat martabak ini selalu dinantikan oleh banyak orang.”
Di Pulau Sumatera, Martabak Khas Nusantara lebih dikenal dengan sebutan “Terang Bulan”. Martabak ini biasanya disajikan dengan topping kacang dan keju yang melimpah. Sedangkan di Pulau Jawa, Martabak Khas Nusantara lebih dikenal dengan sebutan “Martabak Manis”. Beberapa varian yang terkenal adalah Martabak Coklat Keju dan Martabak Red Velvet.
Sementara itu, di Pulau Kalimantan, Martabak Khas Nusantara memiliki cita rasa yang lebih gurih. Martabak yang disajikan di sini biasanya lebih tebal dan diisi dengan daging sapi cincang atau telur. Sedangkan di Pulau Sulawesi, Martabak Khas Nusantara dikenal dengan sebutan “Saraba”. Martabak ini memiliki tekstur yang lebih renyah dan seringkali disajikan dengan taburan wijen di atasnya.
Menurut Profesor Budi, seorang pakar kuliner dari Universitas Indonesia, “Martabak Khas Nusantara merupakan warisan kuliner yang patut dilestarikan. Ragam varian dari Sabang hingga Merauke menjadi bukti betapa kaya akan keanekaragaman kuliner yang dimiliki oleh Indonesia.”
Jadi, tidak ada salahnya mencoba berbagai varian Martabak Khas Nusantara yang ada di sekitar kita. Siapa tahu, salah satunya bisa menjadi favorit baru Anda!
